Capture

Webinar Series 3 “ Tantangan dan Masa Depan Infra s truktur Ketenagalistrikan di Era New Normal “ diselenggara ka n oleh LPPM Institut Teknologi PLN dan disponsori oleh Harbison Walker Indonesia (HWI).

Lembaga Penelitian dan P2M Institut Teknologi PLN mengadakan acara Webinar Series yang ke-3 pada Kamis, 30 Juli 2020. Acara Webinar ini dibuka oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan IT – PLN Bpk. Drs. Moh. Ahsan, MM dalam pembukaannya Bpk. Ahsan menyampaikan bahwa mulai Januari 2020 Sekolah Tinggi Teknik PLN telah bertransformasi menjadi Institut Teknologi PLN dan saat ini IT-PLN terus mengembangkan Program Studi baru untuk menarik minat masyarakat di bidang energi dan ketenagalistrikan serta pengembangan fasilitas kampus untuk mahasiswa.

Keynote Speaker pada acara kali ini adalah Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa M.K., MT; dan juga 2 Invited Speaker yaitu Bpk. Dr. Zainal Arifin dan Bpk. Ir. Sriyono D Siswoyo, M.Eng.Sc. Selanjutnya Rektor IT PLN Bpk. Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa M.K., MT menyampaikan 3 kunci tantangan infrastruktur ketenagalistrikan di era new normal yaitu : pertumbuhan ekonomi, kemampuan SDM di bidang ketenagalistrikan dan bermanfaat untuk masyarakat untuk menghasilkan karya yang inovatif yang tujuannya mengarah pada visi Indonesia Emas 2045.

Invited Speaker 1 dalam Webinar ini yaitu Bpk. Ir. Sriyono D Siswoyo, M.Eng.Sc yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama PT PJB dan Dosen IT PLN, Pada paparan nya yang berjudul “Strategi Perusahaan Pembangkit Listrik Menghadapi Tantangan dan Masa Depan Infratruktur Ketenagalistrikan di Era New Normal“ menjelaskan situasi perekonomian sebelum dan setelah covid-19, situasi kelistrikan sebelum dan setelah covid-19, Wind of Change di dunia kelistrikan, stakeholder aspiration serta saran strategi perusahaan pembangkit (Sistem Jawa Bali).

Invited Speaker 2 dalam Webinar ini yaitu Bpk. Dr. Zainal Arifin yang saat ini menjabat sebagai Vice President Of Technology Development and Standarization of PLN dan Dosen Pasca Sarjana IT PLN memapaparkan materi dengan tema “How Utility Firms Dealing With The New Normal”, Bpk. Zainal menjelaskan Transformasi yang sudah dilakukan PLN pada era new normal yaitu : Digitalization (termasuk Smart Grid) , Green Energy, Lean Innovation serta Customer Service. Meski terdampak Covid-19, PLN tetap mampu meraih penjualan listrik Rp. 135,41 T.

Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab peserta dan narasumber yang dimoderatori oleh Bpk. Riki Ruli dari LPPM IT-PLN. Penutup dari Rektor IT PLN Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa M.K., MT menyampaikan Webinar ini adalah salah satu langkah kita untuk memahami situasi dan mengajak dosen, mahasiswa dan praktisi untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat serta IT PLN terus mendukung untuk masa depan infrastruktur ketenagalistrikan di masa depan dengan memberikan pengajaran kepada mahasiswa oleh dosen-dosen praktisi yang tentunya sudah berpengalaman di bidang ketenagalistrikan.

Frame IG

WISUDA KE-36 INSTITUT TEKNOLOGI PLN

Institut Teknologi PLN telah menyelenggarakan wisuda Magister, Sarjana, dan Ahli Madya yang ke-36 pada Sabtu, 25 Juli 2020. Acara wisuda tersebut dilaksanakan secara daring / online mengingat situasi yang belum memungkinkan untuk mengadakan acara wisuda secara langsung.

Wisuda kali ini diikuti oleh 9 Mahasiswa S2 Teknik Elektro, 21 Mahasiswa S1 Teknik Elektro, 17 Mahasiswa S1 Teknik Mesin, 18 Mahasiswa S1 Teknik Sipil, 35 Mahasiswa S1 Teknik Informatika, 11 Mahasiswa D3 Teknik Elektro, dan 3 Mahasiswa D3 Teknik Mesin.

Para Mahasiswa mengikuti prosesi wisuda dari rumah masing-masing melalui aplikasi Zoom, sedangkan anggota Senat dan Pimpinan Institut Teknologi PLN hadir di Aula Lt. 12 Kampus Institut Teknologi PLN.

Bpk. Zulkifli Zaini selaku Direktur Utama PT PLN (Persero) dalam sambutannya mengapresiasi Institut Teknologi PLN yang selama ini sudah terbukti bukan saja membantu menyediakan SDM, tapi juga mencerdaskan bangsa, menginspirasi dengan berbagai inovasi kepada Masyarakat. Momen wisuda ini adalah awal para wisudawan dan wisudawati bersaing bersama dengan lulusan dari kampus lain dan akan menjadi bagian dari 9042 lulusan Institut Teknologi PLN yang sudah berkiprah di dunia industri saat ini, beliau juga berpesan jangan lupa selalu menjaga nama baik IT-PLN, diri sendiri, keluarga dan bangsa Indonesia, tingkatkan terus kompetensi karena kompetensi itulah yang menentukan keberhasilan, selain itu juga harus menjaga amanah dan integritas karena hal tersebut juga sangat penting pada saat kita bekerja. Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa saat ini PT PLN (Persero) sedang bertransformasi menjadi perusahaan yang lebih Green dengan menyediakan energi yang ramah lingkungan dan bertekad terus berinovasi, adaptif terhadap tuntutan zaman, serta kreatif menangkap lingkungan dan selalu mencari solusi. PT PLN (Persero) berkomitmen selalu memberikan yang terbaik kepada pelanggan dengan customer focus.

Dalam acara wisuda kali ini, Kepala LLDIKTI III DKI Jakarta, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc berkesempatan memberi sambutan. Dalam sambutannya, Prof. Agus menyampaikan bahwa walaupun wisuda dilakukan secara daring / online tetapi tetap sama makna dan khitmatnya dengan wisuda secara langsung, walaupun ditengah pandemi seperti saat ini kita harus tetap tanggap dalam beradaptasi untuk melaksanakan berbagai kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan semangat Kampus Merdeka dengan tidak lupa untuk tetap sadar dan menjalankan pola hidup bersih dan sehat, dengan memanfaatkan teknologi informasi yang semakin maksimal dan dapat membantu produktivitas yang menghasilkan inovasi, kolaborasi dan solidaritas. Beliau juga meyakini bahwa lulusan IT-PLN memiliki pengetahuan, keterampilan dan softskill yang mumpuni.

Selain Kepala LLDIKTI III DKI Jakarta, Ketua Umum Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PT PLN (Persero) Bpk. Supriyadi juga berkesempatan untuk memberikan sambutan pada acara wisuda ke-36 IT-PLN. Dalam sambutannya, Bpk. Supriyadi menyampaikan ucapan selamat kepada angkatan pertama wisudawan dan wisudawati Institut Teknologi PLN, beliau juga berpesan kepada seluruh wisudawan dan wisudawati agar menjadikan momentum wisuda ini sebagai momen untuk berubah dari yang sebelumnya masih bergantung kepada orang tua agar berubah untuk menjadi mandiri, beliau juga menyampaikan bahwa wisuda ini bukanlah akhir ataupun tujuan melainkan adalah jalan untuk memulai perjuangan berikutnya yang akan dihadapi oleh para wisudawan dan wisudawati, agar bisa berkontribusi kepada pembangunan masyarakat di Indonesia.

Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati ke-36 Institut Teknologi PLN, semoga sukses, bisa membuat bangga almamater kampus, dan bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan Negeri tercinta.

222

PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK WILAYAH BANGKA BELITUNG BEKERJASAMA DENGAN INSTITUT TEKNOLOGI PLN MENGIMPLEMENTASIKAN WASTE TO ENERGY DI PULAU TINGGI, PROVINSI BANGKA BELITUNG

Institut Teknologi PLN sebagai salah satu Perguruan Tinggi yang Modern Mandiri Kompetitif dan Unggul selalu mendukung Pemerintah dalam menerapkan Waste to Energy (WTE) di Indonesia. WTE yang dilakukan disini adalah pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternative melalui proses peyeumisasi menjadi energi yang dapat digunakan sehari-hari.

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung melalui Unit Pelaksana Pembangkitan Bangka Belitung, bekerjasama dengan Institut Teknologi PLN Jakarta mengimplementasikan Waste to Energy di Pulau Tinggi Tobali Bangka Belitung. Tim IT-PLN bersama Tim Unit Pelaksana Pembangkitan Bangka Belitung melakukan studi dan diskusi terkait dengan data-data pendukung yang ada di Pulau Tinggi mengenai sampah dan pengolahannya, mengenai analisis kelayakan pembangkit listrik tenaga sampah yang akan diimplementasikan, perhitungan analisis teknis dan ekonomis, serta kajian sosial, kajian regulasi dan pemakaian teknologi yang akan gunakan,.

Vendy Antono, Dosen dari Fakultas Teknologi dan Bisnis Energi IT-PLN menyatakan bahwa setelah melakukan kajian, secara teknis Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ini layak untuk diimplementasikan, dengan mengambil pelet sampah dari TPA Jungjung Besaoh di Toboali sebanyak 384 kg per hari. Pelet sampah yang sudah diangkut ke Pulau Tinggi kemudian dimasukkan ke dalam gasifier yang dapat mengubah 16 kg pelet sampah menjadi 37 m3 syngas dalam waktu 1 jam. Keluaran gas ini kemudian akan diubah menjadi energi listrik menggunakan generator set diesel (genset) berkapasitas 16 kW. Spesifikasi gasifier dan genset memungkinkan keduanya dapat beroperasi selama 24 jam.

Secara ekonomi diketahui bahwa penggunaan energi sampah sebagai sumber energi listrik masih lebih murah dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga diesel eksisting. Harga B20 di Pulau Tinggi yang saat ini digunakan untuk bahan bakar PLTD eksisting yaitu Rp 8.378,52/liter. Jika dalam 1 hari menggunakan 58 liter, sehingga biaya adalah Rp 14.578.624,-/bulan untuk listrik yang hanya tersedia pada malam hari (11 jam). Dari perhitungan, diketahui bahwa dengan mengimplementasikan pembangkit listrik tenaga sampah biaya yang diperlukan sebesar Rp18.879.968,00 per bulan untuk listrik yang menyala selama 24 jam. Selain itu, dari hasil perhitungan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik, diketahui bahwa BPP energi listrik dari sampah adalah sebesar Rp. 817,27/kWh, masih lebih murah dibandingkan harga tarif dasar listrik Rp 1.467,28, ungkap Ginas Alvianingsih Dosen Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan IT-PLN yang bersama tim mengimplementasikan di lapangan.

Disamping tersebut di atas, menurut R. Sapto Yuwono Manager Lembaga Terapan IT-PLN yang menjadi Koordinator Kegiatan ini menyampaikan bahwa ada beberapa kendala di Lapangan yaitu tantangan untuk mendapatkan pelet sampah, perlu kesadaran masyarakat akan perlunya mengolah sampah. Menurut Sapto, harus ada kolaborasi dengan pemerintahan setempat untuk membuat program Bersama dalam pengelolaan sampah. Instansi pemerintahan memiliki andil yang besar untuk menghimbau masyarakat agar membuat program bank sampah, memilah sampah, dan menjual sampahnya, dengan kebijakan pengumpulan (dan penanganannya) ditentukan di tingkat Kabupaten (Bangka Selatan) agar tercapai target harian yaitu pelet sampah sebanyak 384 kg, pungkasnya.

Faktor regulasipun menjadi sangat penting, dengan mempelajari peraturan- peraturan yang terkait dengan penggunaan gas alam sebagai pembangkit listrik pada skala rumah tangga. Peraturan-peraturan tersebut mencakup Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, Keputusan Menteri, dan Keputusan Direksi PLN dan dinyatakan bahwa pembangkit listrik tenaga sampah ini layak untuk diimplementasikan.

Setelah melakukan persiapan yang cukup tim IT-PLN dan PLN UPP Babel melakukan proses uji coba pada hari Sabtu tanggal 18 Juli 2020. “Alhamdulillah akhirnya uji coba berjalan baik dan lancar dan akan segera dilakukan komisioning test beberapa hari kedepan”, ungkap Abdul Mukhlis, GM PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung yang menyaksikan uji coba tersebut. Mukhlis berharap kesuksesan ini dapat diimplementasikan di Pulau-pulau sekitar yang saat ini masih menggunakan bahan bakar solar untuk mengaliri listrik warga.

2

PKM: PEMASANGAN LAMPU JALAN DAN PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK BERBASIS SOLAR CELL SEBAGAI PROTOTYPE PEMBELAJARAN

Kegiatan  Pengabdian  kepada  Masyarakat  (PkM) sudah dilakukan  secara  rutin  setiap semester   oleh   dosen-dosen dan mahasiswa Insititut Teknologi PLN ( IT-PLN). LPPM IT-PLN selalu   mendukung   seluruh   kegiatan pengabdian  kepada  masyarakat  yang  dilakukan  oleh  semua  kelompok  pelaksana.  LPPM IT-PLN mengelola kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan sumber dana berasal dari  Pemerintah,  Internal  dan  pihak  lain.

PkM yang dilaksanakan di MA Al-Khairiyah Rancaranji, Serang Banten dengan tema:”Pemasangan Lampu Jalan Dan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Solar Cell Sebagai Prototype Pembelajaran Energi Terbarukan Di Ma Al-Khairiyah Rancaranji”, yang terdiri atas dosen-dosen Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Septiannissa Azahra, ST, MT ; Samsurizal, ST., MT ; Miftahul Fikri, S.Si., M.Si dan Christiono, ST., MT serta taklupa melibatkan mahasiswa IT PLN, Abdul Malik dan Muhammad Luthfiansyah dengan Waktu pelaksanaan dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu:

  1. Tanggal 20 september 2020 survei lokasi
  2. Tanggal 10 oktober 2020 kontrak kerjasama
  3. Tanggal 12 desember 2020 sharing knowledge
  4. Tanggal 11 januari 2020  tes pemahaman EBT
  5. Tanggal 13 februari 2020 sharing sesion EBT
  6. Tanggal 14 februari 2020 workshop pemanfaatan EBT PLTS dan pemasangan PJU solar cell
  7. Tanggal 4 Juli 2020 Penyerahan Cinderamata Pada Mitra dan Penutupan

Pelaksanaan PkM ini adalah  terciptanya sharing knowledge tentang pemanfaatan EBT (Energi Baru Terbarukan) terutama energi matahari di masyarakat yang dalam hal ini pelajar/siswa tingkat Madrasah Aliyah.  Tujuan dengan menghasilkan  lulusan Madrasah Aliyah yang dapat bersaing setelah lulus nanti, serta edukasi terhadap siswa/i bagaimana pemanfaatan energi surya, untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari.

Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini, diperlukan kegiatan yang berkesinambungan dikarenakan sekolah yang berada jauh dari pusat kota, sehingga banyak siswa yang belum mengetahui tentang perkembangan energi terbarukan dan pemanfaatannya yang ramah terhadap lingkungan