TRAINING OF TRAINER SYSTEM PLANNING KETENAGA LISTRIKAN

TRAINING OF TRAINER SYSTEM PLANNING KETENAGA LISTRIKAN

Training of Trainer untuk bidang System Planning Ketenagalistrikan yang berfokus pada pengoperasian Software Dig Silent telah dilaksanakan. Training ini dalam pengoperasian software Dig Silent. Acara dilaksanan selama 4 Hari mulai dari Senin, 6 Agustus 2018 sampai Kamis, 9 Agustus 2018 di Operation Room lantai 3, gedung STT-PLN.

Acara dihadiri oleh Bpk. Ir. Agung Hariyanto, MT sebagai pembicara, Kepala Program Studi S1 Teknik Elektro Bpk. Syarif Hidayat, S.Si., MT, Kepala Program Studi D3 Teknik Elektro Ibu Nurmiati Pasra ST., MT para dosen S1 Teknik Elektro, dan para Dosen S1 Teknik Elektro.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para Peserta pelatihan dapat meningkatkan kompetensi para Dosen Teknik Elektro dalam mengoperasikan software Dig Silent.

KUNJUNGAN UNKRIS

KUNJUNGAN UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA

Pada hari Kamis, 2 Agustus 2018 STT-PLN mendapatkan kunjungan dari Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS). Kunjungan bermaksud untuk mempelajari lebih lanjut tentang teknologi pengolahan limbah sampah menjadi energi listrik, yang sudah mulai diterapkan di STT-PLN melalui program Listrik Kerakyatan (LK).

Kunjungan dihadiri oleh Wakil Rektor I UNKRIS, Bpk. Dr. H. Guswandi, SE., MM beserta 13 Dosen, dan Dekan beserta Wakil Dekan Fakultas Teknik UNKRIS. Sementara dari pihak STT-PLN dihadiri oleh Ketua STT-PLN, Dr. Ir. Supriadi Legino, MM.MBA, Kepala LPPM, Indrianto, S.Kom, MT dan beberapa dosen perwakilan dari masing-masing jurusan.

Acara dimulai diruang Dr. Ir. Sedyatmo lantai 4 STT-PLN, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Laboratorium Pembangkit Listrik Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Listrik Kerakyatan 2 dan 3.

Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kedepannya semakin banyak perguruan tinggi yang menggerakan pengolahan sampah menjadi energi listrik. Juga memajukan bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada Masyarakat dan Lingkungan.

GLU

Kunjungan Delegasi Government Linked University (GLU) Malaysia di STT-PLN

Setelah STT-PLN bersama APERTI (Aliansi Perguruan Tinggi) BUMN mengunjungi 4 Universitas berbasis korporasi di Malaysia pada 27 Juni – 1 Juli 2018 yang lalu, kemudian 4 Universitas yang tergabung dalam Government Linked Universities (GLU) Malaysia melakukan kunjungan balasan ke Indonesia.

4 Universitas tersebut adalah, Universiti Tenaga Nasional (UNITEN), Universiti Teknologi Petronas (UTP), Universiti Kuala Lumpur (UNIKL), Multimedia University (MMU) melakukan kunjungan ke 5 perguruan tinggi anggota APERTI BUMN pada tanggal 29 Juli – 1 Agustus 2018.

Delegasi GLU yang hadir adalah Prof. Dr. Mohamed Ibrahim Abdul Mutalib dan Puan Haslina Noor Hasni dari Universiti Teknologi Petronas. Prof Datuk. Ir. Dr. Kamal Nasharuddin Mustapha dan Prof. Bahisham Yunus dari Universiti Tenaga Nasional. Prof. Dato’ Dr. Ahmad Rafi Mohamed Eshaq dan Puan Norliza Ismail dari Multi Media University. Prof. Dato’ Dr. Mazliham Mohd Su’ud dan Dato Amir Azhar Ibrahim dari universitas Kuala Lumpur.

Pada hari terakhir kunjungan di Indonesia, para Delegasi GLU hadir di STT-PLN pada pukul 12.00 WIB dan disambut oleh lagu Cikala Le Pong Pong yang dibawakan oleh Paduan Suara Mahasiswa Gita Pracalita STT-PLN yang akan bertanding ke Kuala Lumpur Malaysia November mendatang, kemudian para delegasi diarahkan menuju ruang Prof. Sedyatmo lt. 4 bersama para Pimpinan STT-PLN untuk memperkenalkan STT-PLN dan berdiskusi tentang pengelolaan sampah menjadi energi, acara dilanjutkan dengan mengunjungi Listrik Kerakyatan (LK) untuk melihat proses pengolahan sampah menjadi bahan bakar yang dapat digunakan sebagai pengganti batubara dan diakhiri dengan mengunjungi Lab Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan kerjasama antara STT-PLN dengan Perguruan Tinggi lain dari luar negeri dapat membawa dampak positif kepada kedua belah pihak. Sehingga dapat memajukan bidang pendidikan, penelitian, dan juga pengabdian masyarakat serta publikasi – publikasi ilmiah.

stt3-wa0034-1

PENGABDIAN DOSEN STT-PLN KEPADA MASYARAKAT

 

Dalam rangka menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi, Tim Departemen Teknik Informatika yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) di Desa Ciaruteun llir, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan wajib untuk memenuhi amanat Tri Darma Perguruan Tinggi ini dilaksanakan pada tanggal 27 – 28 Juli 2018, dengan kegiatan dihari pertama yaitu pelatihan e-commerce dan e-business untuk Ibu – Ibu desa tersebut dan pelatihan komputer untuk para pelajar di desa setempat.

Pada hari kedua, tim P2M mengadakan perbaikan infrastruktur desa seperti sarana MCK. Kegiatan renovasi ini dilakukan secara gotong-royong antara para Dosen, Mahasiswa, dan Warga Setempat. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, kondisi desa menjadi lebih berkembang dan sarananya lebih rapih.

Kegiatan ini rutin diadakan setiap semester, dan untuk Desa Ciaruteun merupakan yang pertama kali. Dan kegiatan P2M bersifat berkelanjutan yang akan dilaksanakan setiap semester.

IMG_w0517

SOSIALISASI SENTRA KEKAYAAN INTELEKTUAL STT-PLN

Dalam rangka mendukung para Civitas Akademika STT-PLN dalam berinovasi, STT-PLN bersama Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual mengadakan acara yang bertajug “Sosialisasi Sentra KI STT-PLN”. Acara yang diadakan di Operation Room Lantai 3 STT-PLN pada hari Selasa, 24 Juli 2018 mengambil tema “Mendorong Program Penelitian & Pengembangan Kekayaan Intelektual di Lingkungan STT-PLN”.

Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Dr. Sadjuga, M.Sc (Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Kemenristekdikti), Ibu Stephanie Kano, SH., MH (Kasubdit Kerja Sama dalam Negeri DJKI), Pimpinan STT-PLN dan para Dosen STT-PLN.

Dalam acara tersebut, Bpk. Sadjuga dan Ibu Stephanie menerangkan betapa pentingnya sebuah kekayaan intelektual untuk didaftarkan, baik itu dalam bentuk Paten, Hak Cipta, Merek, atau Desain Industri. Dalam acara ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dan Pusat Jasa Manajemen Teknik (PJMT – PJMTEK) STT-PLN juga mengenalkan sentra KI STT-PLN yang dapat digunakan untuk mengakses daftar Hak Paten yang ada di STT-PLN secara online.

Semoga dengan adanya Sentra KI STT-PLN, para Civitas Akademika STT-PLN semakin banyak yang berinovasi dibidang teknik ketenagalistrikan.

p_dr_ir_supriadi_legino_bersama_tim_lk-toss_klisi_meraih_penghargaan

Ketua STT-PLN mendapat Penghargaan di Bidang Energi Terbarukan

Pada 26 Juni 2018, Dr. Ir. Supriadi Legino mendapatkan penghargaan dari Kopertis Wilayah 3, Kementerian Ristek Dikti terkait program inovasi di Bidang Energi Terbarukan. Penghargaan tersebut disaksikan oleh ratusan Perguruan Tinggi Swasta pada Rapat Koordinasi Daerah bagi Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan Kopertis Wilayah 3. Penghargaan ini didasari atas keberhasilan Supriadi bersama tim LK-TOSS-KLISI provinsi Bali STT PLN, pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Klungkung,  serta PT Indonesia Power UP Bali dalam mengimplementasikan Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) di kabupaten Klungkung, Bali.

Implementasi TOSS ini mampu mengolah sampah di desa desa diolah menjadi pelet berkalori 3300-4500 kcal/kg. Hasil pelet tersebut kemudian dikonversi menjadi syintesa gas yang mampu menjadi bahan bakar pada mesin diesel. Selain itu, dengan kalori yang sama dengan batu bara, maka pelet bisa menjadi energi alternatif untuk cofiring 1-5% batu bara di PLTU. Keunggulan dari metoda ini adalah karena membuat pembangkit skala kecil tersebar, dapat diimplementasikan kurang dari 3 bulan, dan mampu melibatkan masyarakat sebagai supplier energi berbahan bakar pelet sampah. Melalui keberhasilan tersebut, maka TOSS siap melistriki desa desa di Kabupaten Klungkung, dapat di implementasikan di kabupaten sekitar, serta mampu berkontribusi pada program 35.000 MW. Selain itu permasalahan sampah dapat teratasi bahkan mampu menjadi berkah.

Menurut Supriadi, jika 70.000 desa di Indonesia mengimplementasikan TOSS dan membuat pembangkit skala mini 500 kilowatt per desa secara serentak, maka dalam 1 tahun program 35.000 MW dapat segera tuntas. Selanjutnya, Jika 10 persen dari total desa yaitu 7000 desa mengimplementasikan program ini, maka sudah cukup untuk berkontribusi secara realistis bagi program pemerintah.

.

.

Listrik Indonesia