Capture

AUDIENSI INOVASI INSTITUT TEKNOLOGI PLN DALAM PENANGANAN COVID-19 BERSAMA DINAS KESEHATAN DKI JAKARTA

Institut Teknologi PLN merupakan Perguruan Tinggi yang berfokus dalam bidang Ketenagalistrikan, ditengah pandemi Covid19 ini IT-PLN melalui Dr. Ir. Soetjipto Soewono, Dipl. GE bersama tim mengembangkan sebuah alat anti covid-19 berbasis arus listrik.

Alat tersebut tentunya perlu diteliti lebih lanjut termasuk juga bagaimana regulasinya apabila ingin digunakan untuk umum, oleh karena itu pada Senin 27 Juli 2020 Tim dari IT-PLN berkunjung ke Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

Inovasi ini dilatarbelakangi oleh kelemahan virus Covid-19 yang dilapisi oleh protein, dimana lapisan protein tersebut dapat dengan mudah dihancurkan menggunakan arus listrik pada level yang aman bagi manusia.

Dalam pemaparannya di kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Soetjipto S menerangkan bahwa Virus Korona didalam tubuh manusia tidak hanya replikasi, tetapi juga bermutasi. Satu hal yang membuat banyak orang khawatir soal Covid-19 adalah karena belum adanya obat maupun vaksin yang memang dikhususkan untuk mengatasi dan mencegah penyakit ini, dan dikhawatirkan juga vaksin yang akan ditemukan tidak bersifat universal karena adanya mutasi virus korona tsb.

Perlu adanya Kerjasama antara disiplin kesehatan dan kelistrikan untuk penanganan pandemi COVID-19 untuk itu perlu dibentuk tim bersama, khususnya yang berasal dari Kementerian Kesehatan, agar inovasi ini aman, tidak menimbulkan efek samping, dan sesuai dengan regulasi.

Kedepannya apabila sudah berhasil di uji secara klinis dan lulus regulasi bisa digunakan untuk umum, hak paten alat ini tidak akan dikomersialkan karena ini menyangkut untuk kepentingan kita bersama agar pandemi yang sedang menimpa kita semua dapat segera usai.

222

PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK WILAYAH BANGKA BELITUNG BEKERJASAMA DENGAN INSTITUT TEKNOLOGI PLN MENGIMPLEMENTASIKAN WASTE TO ENERGY DI PULAU TINGGI, PROVINSI BANGKA BELITUNG

Institut Teknologi PLN sebagai salah satu Perguruan Tinggi yang Modern Mandiri Kompetitif dan Unggul selalu mendukung Pemerintah dalam menerapkan Waste to Energy (WTE) di Indonesia. WTE yang dilakukan disini adalah pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternative melalui proses peyeumisasi menjadi energi yang dapat digunakan sehari-hari.

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung melalui Unit Pelaksana Pembangkitan Bangka Belitung, bekerjasama dengan Institut Teknologi PLN Jakarta mengimplementasikan Waste to Energy di Pulau Tinggi Tobali Bangka Belitung. Tim IT-PLN bersama Tim Unit Pelaksana Pembangkitan Bangka Belitung melakukan studi dan diskusi terkait dengan data-data pendukung yang ada di Pulau Tinggi mengenai sampah dan pengolahannya, mengenai analisis kelayakan pembangkit listrik tenaga sampah yang akan diimplementasikan, perhitungan analisis teknis dan ekonomis, serta kajian sosial, kajian regulasi dan pemakaian teknologi yang akan gunakan,.

Vendy Antono, Dosen dari Fakultas Teknologi dan Bisnis Energi IT-PLN menyatakan bahwa setelah melakukan kajian, secara teknis Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ini layak untuk diimplementasikan, dengan mengambil pelet sampah dari TPA Jungjung Besaoh di Toboali sebanyak 384 kg per hari. Pelet sampah yang sudah diangkut ke Pulau Tinggi kemudian dimasukkan ke dalam gasifier yang dapat mengubah 16 kg pelet sampah menjadi 37 m3 syngas dalam waktu 1 jam. Keluaran gas ini kemudian akan diubah menjadi energi listrik menggunakan generator set diesel (genset) berkapasitas 16 kW. Spesifikasi gasifier dan genset memungkinkan keduanya dapat beroperasi selama 24 jam.

Secara ekonomi diketahui bahwa penggunaan energi sampah sebagai sumber energi listrik masih lebih murah dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga diesel eksisting. Harga B20 di Pulau Tinggi yang saat ini digunakan untuk bahan bakar PLTD eksisting yaitu Rp 8.378,52/liter. Jika dalam 1 hari menggunakan 58 liter, sehingga biaya adalah Rp 14.578.624,-/bulan untuk listrik yang hanya tersedia pada malam hari (11 jam). Dari perhitungan, diketahui bahwa dengan mengimplementasikan pembangkit listrik tenaga sampah biaya yang diperlukan sebesar Rp18.879.968,00 per bulan untuk listrik yang menyala selama 24 jam. Selain itu, dari hasil perhitungan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik, diketahui bahwa BPP energi listrik dari sampah adalah sebesar Rp. 817,27/kWh, masih lebih murah dibandingkan harga tarif dasar listrik Rp 1.467,28, ungkap Ginas Alvianingsih Dosen Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan IT-PLN yang bersama tim mengimplementasikan di lapangan.

Disamping tersebut di atas, menurut R. Sapto Yuwono Manager Lembaga Terapan IT-PLN yang menjadi Koordinator Kegiatan ini menyampaikan bahwa ada beberapa kendala di Lapangan yaitu tantangan untuk mendapatkan pelet sampah, perlu kesadaran masyarakat akan perlunya mengolah sampah. Menurut Sapto, harus ada kolaborasi dengan pemerintahan setempat untuk membuat program Bersama dalam pengelolaan sampah. Instansi pemerintahan memiliki andil yang besar untuk menghimbau masyarakat agar membuat program bank sampah, memilah sampah, dan menjual sampahnya, dengan kebijakan pengumpulan (dan penanganannya) ditentukan di tingkat Kabupaten (Bangka Selatan) agar tercapai target harian yaitu pelet sampah sebanyak 384 kg, pungkasnya.

Faktor regulasipun menjadi sangat penting, dengan mempelajari peraturan- peraturan yang terkait dengan penggunaan gas alam sebagai pembangkit listrik pada skala rumah tangga. Peraturan-peraturan tersebut mencakup Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, Keputusan Menteri, dan Keputusan Direksi PLN dan dinyatakan bahwa pembangkit listrik tenaga sampah ini layak untuk diimplementasikan.

Setelah melakukan persiapan yang cukup tim IT-PLN dan PLN UPP Babel melakukan proses uji coba pada hari Sabtu tanggal 18 Juli 2020. “Alhamdulillah akhirnya uji coba berjalan baik dan lancar dan akan segera dilakukan komisioning test beberapa hari kedepan”, ungkap Abdul Mukhlis, GM PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung yang menyaksikan uji coba tersebut. Mukhlis berharap kesuksesan ini dapat diimplementasikan di Pulau-pulau sekitar yang saat ini masih menggunakan bahan bakar solar untuk mengaliri listrik warga.

123

PENANDATANGANAN MOU KERJA SAMA ANTARA IT-PLN DENGAN PJCI

Institut Teknologi PLN Kembali memperluas kerjasama dengan perusahaan dibidang ketenagalistrikan, khususnya Smart Grid dan Smart Energy. Pada Jumat, 12 Juni 2020 pukul 14.00 IT-PLN menandatangani MOU kerja sama dengan Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI). MoU ini meliputi kerja sama di bidang Pendidikan, Pelatihan, Konsultasi dan Penelitian tentang Smart Grid & Smart Energy.

Seremoni penandatanganan tersebut dilakukan secara online melalui platform Zoom, yang juga disaksikan oleh Bpk. Ikhsan Asaad, Direktur Mega Proyek PT PLN (Persero) ; Tim Buckley, Director of Energy Finance Studies, Australia/South Asia at IEEFA; Frederic Fontan, Chief Representative and Director Indonesia at EDF; Patrick Charignon, VP Asia at EDF Renewables.

Setelah penandatanganan MoU kerja sama tersebut, acara dilanjutkan dengan online Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Boosting Renewable Energy Investment to Accelerate Indonesia’s Energy Transition. Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa M K, MT selaku Rektor IT-PLN bersama dengan Prof. Tumiran bertindak sebagai Respondent / reviewer atas materi yang telah disampaikan oleh para pembicara. FGD di ikuti oleh sekitar 300 peserta.

Pada FGD tersebut, salah satu pembahasannya adalah pandemi yang sedang terjadi memacu pelaku bisnis untuk dapat menghadirkan konsep bisnis yang berkelanjutan, diantaranya dengan memanfaatkan energi terbarukan.

Acara tersebut juga disiarkan secara langsung melalui halaman Facebook Institut Teknologi PLN dan Youtube live melalui channel Energy Academy Indonesia.
Semoga dengan terjalinnya kerjasama ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan di IT-PLN.

WhatsApp Image 2020-01-21 at 21.14.42

RAPAT KERJASAMA ANTARA STT-PLN DAN GENERAL ELECTRIC

Hari ini 21 Januari 2020 bertempat di kantor General Electric (GE) Indonesia, STT-PLN menjajaki peluang Kerjasama dengan perusahaan terbesar dan tertua di dunia itu.

Seluruh Pimpinan STT-PLN mulai dari ketua, seluruh Wakil Ketua hingga para Kepala Departemen dan para manajer hadir dalam rapat tersebut.
Dari GE dipimpin oleh bapak Dr. Handry Satriago, seorang profesional Indonesia. Ia merupakan CEO dari GE Indonesia, bagian dari GE Company, salah satu perusahaan terbesar dan tertua di dunia, sementara dari STT-PLN dipimpin oleh Ketua Prof. Iwa Garniwa.

Dalam penjajakan kerjasama ini, kedepan akan terciptanya hubungan saling menguntungkan diantara kedua pihak, disebutkan oleh pak Handry bahwa dia akan menjajakin kerjasama dibidang vokasi sesuai dengan pembicaraannya dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, dan STT-PLN akan menjadi pilihan untuk melaksanakan program vokasi tersebut. Tidak hanya itu, kerjasama di bidang S2 dan training untuk para trainer juga akan dijajaki.

Harapan nanti STT-PLN dan GE Indonesia akan menjadi yangterdepan dalam pelaksanaan pendidikan dan juga perkembangan teknologi dibidang Ketenagalistrikan.
Waah tambah semangat belajarnya #ksatriapetir