WhatsApp Image 2019-12-04 at 10.31.11

Penanandatanganan Kontrak Penelitian dan PkM STT-PLN Tahun 2019

Sebagai lanjutan rangkaian kegiatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dalam lingkup internal STT-PLN, LPPM STT-PLN menyelenggarakan penandatanganan kontrak Penelitian dan PkM internal untuk memperkuat komitmen Dosen/Peneliti STT-PLN dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Agenda tersebut dihadiri KLPPM, Indrianto, S.Kom, MT dan hampir seluruh Dosen/Peneliti yang terlibat dalam rangkaian Program penelitian dan PkM mulai dari tahap Submit proposal hingga Desk Evaluasi. Dalam sambutannya, KLPPM STT-PLN menyampaikan terima kasih sebesar-besar kepada rekan rekan Dosen  yang masih menunjukkan semangat tinggi dalam meningkatkan kualitas penelitian dan luaran Penelitian dan PkM STT-PLN. Selain itu, poin poin penting yang tentunya civitas akademik STT-PLN harus pahami yakni peningkatan klaster perguruan tinggi yang dicapai oleh STT-PLN dari klaster binaan ke madya harus selaras dengan kualitas luaran penelitian dan PkM. Dalam kesempatan yang sama pula setiap kepala seksi penelitian dan PkM masing-masing Departemen juga memaparkan jumlah proposal yang di telah validasi dan menyampaikan timeline penelitian dan Pkm yang akan berlangsung kedepannya. Ada 18 proposal  skim Penelitian Unggulan Institusi, 17 skim Penelitian Unggulan Departemen, 24 skim penelitian dosen pemula, dan 33 proposal PkM. Bedasarkan Timeline yang dipaparkan Program berikutnya yang masih menanti para peneliti/Dosen STT-PLN adalah kegiatan Monev antara bulan April-Mei dan persiapan seminar internasional/nasional.

WhatsApp Image 2019-11-26 at 09.27.53 (1)

Penyerahan Sertifikat Akreditasi Jurnal Ilmiah Elektronik

Pada hari senin 25 Nopember 2019 Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional menyelenggarakan kegiatan Koordinasi Pengembangan Jurnal  dan Penyerahan Sertifikat Akreditasi Jurnal Ilmiah Elektronik di Hotel Grand Sahid Jakarta. Agenda ini merupakan Follow up dari hasil verifikasi Akreditasi Jurnal PETIR STT-PLN yang telah ditetapkan sebagai jurnal terakreditasi SINTA 4. LPPM STT-PLN kemudian merespon agenda tersebut dengan mendelegasikan Kasie Jurnal dan Publikasi STT-PLN pada kegiatan tersebut. Perolehan Sertifikat Akreditasi Jurnal PETIR yang telah terakreditasi SINTA 4 tersebut kemudian memperoleh apresiasi dari Ketua STT-PLN, Prof. Dr. Ir.Iwa Garniwa Mulyana k, MT. Ketua STT-PLN secara konsisten memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kualitas dan kuantitas jurnal ilmiah STT-PLN. Dengan capaian ini, tantangan-tantangan dalam meningkatkan kualitas publikasi  akan selalu ada. Dan setiap stakeholder yang terlibat harus selalu siap dengan tantangan dan perubahan yang ada.

AKREDITASI ENERGI DAN KELISTRIKAN DAN KILAT

Hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah Energi dan Kelistrikan dan Kilat

Kebutuhan Jurnal ilmiah terakreditasi Nasional dan internasional bereputasi saat ini terus meningkat seiring tingginya standar kualitas luaran yang menjadi kewajiban para peneliti dibawah otoritas Kementerian Ristekdikti. Indeks Jurnal merupakan tolak ukur kualitatif dalam mewujudkan perguruan tinggi berbasis riset. Jurnal Ilmiah menjadi media diseminasi untuk proses hilirisasi hasil-hasil penelitian sebagaimana diamanatkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Disamping peningkatan jumlah dan kualitas riset di Indonesia, perlu dikembangkan juga media publikasi ilmiahnya agar artikel-artikel yang dihasilkan dari riset tersebut tidak semuanya diajukan ke jurnal di luar negeri saja, tetapi juga didiseminasi di jurnal-jurnal nasional yang diterbitkan di Indonesia.

Sebagai capain usaha peningkatan kualitas Jurnal ilmiah  STT-PLN, “Jurnal Kilat dan Jurnal Energi dan Kelistrikan” telah memperoleh status Terakreditasi SINTA 4 dari Kementerian, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi berdasarkan surat Kemenristekdikti No. B/3693/E5/E5.2.1/2019. Peningkatan kualitas dan aksesibilitas laman jurnal ilmiah di STT-PLN menjadi sangat penting demi menunjang Luaran Penelitian Dosen/Peneliti. Kerja Keras Tim redaksi jurnal dan penulis jurnal memberikan Sumbangsih yang signifikan dalam proses akreditasi jurnal dilaksanakan.

Kasie Jurnal dan Publikasi STT-PLN, Riki Ruli Siregar mengungkapkan bahwa Dampak utama dengan adanya jurnal terindeks SINTA di STT-PLN akan meningkatkan jumlah sitasi, nilai h-index, dan nilai faktor dampak dari jurnal-jurnal tersebut. Muara akhir dari sitasi ini adalah hilirisasi teknologi hasil riset ke pengguna teknologi. Selain itu Jurnal Ilmiah STT-PLN akan memiliki nilai jual dan semakin kompetitif di level nasional.

1x1 up

Apresiasi Peningkatan dan Perolehan Klaster Pemeringkatan Perguruan Tinggi Berbasis Kinerja Penelitian

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi wilayah III merilis hasil penilaian kinerja penelitian Perguruan Tinggi untuk periode tahun 2016-2018. Berdasarkan analisis terhadap data yang telah diverifikasi, terdapat 35 perguruan tinggi yang mengalami peningkatan klaster baik itu dari Klaster Binaan ke Madya, Klaster Madya ke Utama, hingga pada Klaster mandiri. Yang patut disyukuri oleh civitas akademik STT-PLN yaitu kenaikan status STT-PLN dari “klaster Binaan menjadi klaster Madya”.

Hal tersebut kemudian mendapatkan apresiasi secara resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tercantum dalam Surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta Nomor 33/LL3/PG/2019 merujuk pada Surat Kementerian Ristekdikti No : B/3693/E5/E5.2.1/2019. Peningkatan Klaster tersebut menjadi angin segar untuk rekan-rekan Dosen STT-PLN. Apresiasi ini dapat dianggap sebagai bentuk kepercayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terhadap kinerja Penelitian dan PkM STT-PLN. Klaster perguruan tinggi tentunya akan turut berpengaruh terhadap jumlah anggaran penelitian yang dapat dikelola. Menurut Menteri (Ristek/BRIN), Anggaran maksimal yang dapat dikelola oleh perguruan tinggi klaster mandiri adalah 30 Milyar/tahun, perguruan tinggi klaster utama sebesar 15 Milyar/tahun, perguruan tinggi klaster madya sebesar 7,5 Miliar/tahun, sedangkan perguruan tinggi klaster binaan dapat mengelola dana penelitian sebesar 2 Milyar/tahun.

Kepala LPPM STT-PLN, Indrianto S.Kom, MT menyampaikan ucapan terima kasih sebesar besarnya atas pencapaian tersebut kepada rekan rekan Dosen STT PLN, Staf dan Jajaran Pimpinan yang bekerja keras untuk meningkatkan Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di Lingkungan Kampus STT-PLN. Ini merupakan bukti dari komitmen bersama untuk menjadikan STT PLN sebagai Perguruan Tinggi Modern, Mandiri dan Unggul dalam bidang Teknologi Ketenagalistrikan khususnya. Oleh karena itu, LPPM STT-PLN akan terus merancang program-program yang dapat menstimulasi aktifitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta meningkatkan kualitas luaran penelitian dan pengabdian masyarakat di lingkungan kampus STT-PLN agar rekan-rekan Dosen/Peneliti dapat memberikan karya-karya terbaiknya.

1-1

Desk Evaluasi Proposal Penelitian dan PKM Internal STT-PLN 2019

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STT-PLN menggelar kegiatan Desk Evaluasi proposal penelitian dan PKM internal yang dimulai tanggal 6 November sampai dengan 13 November 2019. Kepala LPPM STT-PLN Indrianto, S.Kom, MT mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan efektifitas kinerja penelitian rekan rekan Dosen STT-PLN baik Dosen junior maupun Dosen senior terutama luaran luaran penelitian yang akan dihasilkan diharapkan dapat bereputasi/terakreditasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

Antusiasme peserta desk evaluasi cukup besar, dari 3 skema penelitian dan 1 skema PKM yang disusun oleh tim LPPM ada 98 kelompok yang mengajukan proposal yang terdiri dari 11 penelitian Unggulan Institusi, 27 Penelitian Unggulan Departemen , 24 Penelitian Dosen Pemula dan 35 Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Setiap ketua peneliti dari kegiatan tersebut hadir mempresentasikan penelitian yang akan dilakukan bersama dengan tim. Dalam wawancara singkat yang dilakukan  tim LPPM kepada salah satu peserta yaitu Ibu Pritasari Palupiningsih, mengungkapkan bahwa kegiatan desk evaluasi ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan keilmuan pada bidang keahlian masing-masing dosen, selain itu dapat mengetahui penyusunan sistematika penelitian yang baik dari para reviewer. Para peserta berharap selalu ada program-program yang inovatif dan konstruktif dari LPPM STT-PLN untuk mendukung kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi.

Kegiatan desk evaluasi  ini melibatkan reviewer reviewer yang kompeten dan berpengalaman  diantaranya adalah Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa M.K. MT; Prof. Dr. Ir. Yusuf Latief, MT; Prof. Dr. H. Aminullah Assagaf, SE., MS., MM., M.Ak; Prof. Ir. Rinaldi Dalimi, M.Sc., Ph.d; Prof. Dr. Ir. Riri Sari, M.Sc. dan Dr. Rakhmat Arianto, S.ST., M.Kom. Sebagian besar reviewer mengapresiasi pelaksanaan kegiatan desk evaluasi dan cukup puas dengan topik-topik penelitian yang diangkat oleh Para Dosen yang terlibat. Dalam melakukan asesmen terhadap peserta desk evaluasi para reviewer menekankan pentingnya novelty atau kebaruan pada topik penelitian yang diangkat, jika sebuah penelitian memiliki novelty maka akan memiliki nilai jual terutama pada saat publikasi bereputasi internasional dan Nasional. Selain itu penggunaan aplikasi digital dalam melakukan sitasi menjadi sangat krusial saat ini, reviewer menyarankan penggunaan mesin digital seperti Mendeley untuk melakukan tinjauan literatur maupun untuk sitasi. Ini memudahkan para peneliti untuk menyusun jurnal ilmah bereputasi nasional dan internasional.

Foto-Bersama-Masyarakat

“Pemanfaatan Panel Surya Untuk Penerangan Umum di Wilayah Mustikajaya Bekasi” oleh Dosen Teknik Elektro dan Teknik Sipil STT PLN

Dalam rangka melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi, Kewajiban dosen disamping mengajar dan penelitian juga dituntut melaksanakan pengabdian pada masyarakat.  Sekolah Tinggi Teknik PLN melalui LPPM memperoleh Hibah Ristekdikti Pengabdian Pada Masyarakat  (PPM) untuk tahun anggaran tahun 2019 dimana salah satunya adalah melaksanakan program PPM  “Pemanfaatan Panel Surya Untuk Penerangan Umum di Wilayah Mustikajaya Bekasi”  Kegiatan ini kolaborasi antara Dosen Teknik Elektro yakni Erlina, ST., MT sebagai Ketua Tim dan Dosen Teknik Sipil yakni Irma Wirantina Kustanrika, ST., MT dan  Muhammad Sofyan, ST., MT  sebagai anggota tim. Dalam pelaksanaan kegiatan tim juga di bantu oleh beberapa mahasiswa dan tim Laboratorium PLTS STT PLN serta mitra masyarakat wilayah mustikajaya bekasi.

Memasuki era teknologi dan krisis energi sekarang ini penerangan berbasis tenaga surya menjadi salah satu hal yang belum begitu familiar bagi masyarakat khususnya di wilayah yang masih banyak sekali lahan kosong. Letak tata wilayah yang tidak beraturan membuat distrbusi perencanaan suatu wilayah pada sektor penerangan menjadi tidak merata. Masih terdapat beberapa wilayah-wilayah yang tidak tersentuh fasilitas penerangan. Listrik sebagai salah satu alat atau sarana dalam era pembangunan ini adalah suatu hal yang penting dan perlu diperhatikan penyebaran dan perluasan jaringannya. Terutama penggunaan listrik berbasis tenaga surya yang saat ini menjadi solusi alternative di tengah-tengah krisis energi. Sel surya adalah suatu komponen elektronika yang dapat mengubah energi surya menjadi energi listrik dalam bentuk arus searah (DC). Modul surya (fotovoltaic) adalah sejumlah sel surya yang dirangkai secara seri dan paralel, untuk meningkatkan tegangan dan arus yang dihasilkan sehingga cukup untuk pemakaian sistem catu daya beban. Dalam beberapa tahun terkahir ini, lampu penerangan jalan umum, khususnya di lingkungan Perumahan Jalan Mustika Jaya, Bekasi Timur banyak yang padam dan bahkan tidak tersedia. Padahal menjelang Hari raya, biasanya banyak masyarakat yang pulang mudik, sehingga rumah-rumah banyak kosong. Hal ini bisa mengundang kerawanan dan memberi peluang terhadap berbagai tindak kejahatan. Karena kurangnya penerangan pada wilayah tersebut sering terjadi pencurian kendaraan bermotor di malam hari dan perampokan. Beberapa ruas jalan di kawasan Perumahan Jalan Mustika Jaya, Bekasi Timur yang biasanya diterangi lampu-lampu merkuri, jika tiba pada malam hari kondisi jalan menjadi gelap. Maka dari kegiatan PKM ini akan berfokus pada sosialisasi dan instalasi penerangan umum berbasis tenaga surya (Solar Panel). Kelebihan panel surya pada penerangan umum adalah tidak menimbulkan polusi, noise, ataupun bahan beracun, aman dan cukup handal serta dapat dibangun dalam waktu cepat, perawatan minimum, ramah lingkungan, dapat disesuaikan dengan kebutuhan sedangkan kelemahan panel surya pada penerangan umum adalah sumber tenaga yang tidak konsisten dimana matahari tentu tidak bersinar 24 jam dalam sehari sehingga ada beberapa rumah yang lokasinya tertutup oleh pohon atau gedung tinggi juga akan kesulitan mendapat sinar matahari yang maksimal. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mengatasi minimnya penerangan umum dibeberapa wilayah mustikajaya Bekasi sekaligus memberikan penyuluhan kepada masyarakat sekitar tentang pentingnya sumber energi alternatif.

Kata Kunci : Energi alternatif, Mustika Jaya Bekasi, Solar Panel, lampu jalan.

Evaluasi Program PKM dan Keberlanjutannya
Setelah Proses instalasi selesai, dalam tempo 2 minggu, seluruh stakeholder yang terlibat melakukan evaluasi dengan mencatat berapa lama fungsi penyimpanan energi matahari tersebut ke dalam baterai, berapa lama lampu LED dapat menyala pada malam hari. Ketika system instalasi befungsi dengan baik, maka penerangan dengan menggunakan energi matahari tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Selain dari pemasangan dan penerapan panel surya. Tim PkM juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar tentang pentingnya sumber energi alternative dan bagaimana penerapannya. Dijelaskan tentang kondisi global krisis energi dunia agar mereka paham bahwa sumber energi alternative seperti solar panel secara gradual dapat diterapkan dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap listrik yang tidak ramah lingkungan.


Dengan adanya kegiatan ini masyarakat sekitar semakin familiar dengan sumber energi alternative yang dapat menjadi solusi sekunder dalam menghadapi krisis ekonomi global. Setelah kegiatan ini juga Masyarakat sekitar semakin memahami cara manfaatkan Solar Cell Sebagai Sumber Energi Alternatif.