Sinergi MUI dan STT-PLN

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan FORUM ENERGI DKI , 24 Januari 2019, Ketua Lembaga PLH & SDA MUI bersilaturahim ke Sekolah Tinggi Teknik PLN yang diterima oleh tim STT PLN yang diketuai Dr. Supriadi Legino. Saat ini kedua organisasi memiliki fokus program yang sama yaitu sedang berusaha mengolah sampah menjadi energi dan sama-sama telah membuat sendiri beberapa peralatan, termasuk gasifier, tungku bakar sampah, kompor biomasa serta pengelolaan sampah.

STT PLN sedang mengembangkan program yang dinamakan “Listrik Kerakyatan”, yaitu model penyediaan dan pengembangan energi listrik yang terdiri dari bauran pembangkit sederhana skala kecil dari energi bersih yang tersedia di sekitar komunitas sehingga dapat dibangun sendiri dilakukan secara bergotong-royong oleh berbagai kelompok masyarakat di tingkat kelurahan di seluruh tanah air.

Aljabar Listrik Kerakyatan adalah: 1000 x 1 = 1 x 1000. Secara matematik, 1000 x 1 = 1x 1000, artinya membangun 1 unit pembangkit dengan kapasitas 1000 MW manfaat atau total kapasitasnya sama persis dengan membangun 1000 unit pembangkit dengan kapasitas masing-masing 1 MW.

MUI dan STT PLN akan mencoba melakukan sinergi terutama untuk sosialisasi dan penerapan Fatwa MUI 47/2014 Tentang Pengelolaan Sampah Untuk Mencegah Kerusakan Lingkungan. Ketentuan hukum dari fatwa ini adalah bahwa muslim wajib menjaga kebersihan lingkungan, memanfaatkan barang-barang gunaan untuk kemaslahatan serta menghindarkan diri dari berbagai penyakit serta perbuatan tabdzir dan israf dan mendaur ulang sampah menjadi barang yang berguna bagi peningkatan kesejahteraan umat hukumnya wajib kifayah.

Selengkapnya:
https://mui-lplhsda.org/listrik-kerakyatan/