Ketua STT-PLN mendapat Penghargaan di Bidang Energi Terbarukan

Pada 26 Juni 2018, Dr. Ir. Supriadi Legino mendapatkan penghargaan dari Kopertis Wilayah 3, Kementerian Ristek Dikti terkait program inovasi di Bidang Energi Terbarukan. Penghargaan tersebut disaksikan oleh ratusan Perguruan Tinggi Swasta pada Rapat Koordinasi Daerah bagi Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan Kopertis Wilayah 3. Penghargaan ini didasari atas keberhasilan Supriadi bersama tim LK-TOSS-KLISI provinsi Bali STT PLN, pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Klungkung,  serta PT Indonesia Power UP Bali dalam mengimplementasikan Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) di kabupaten Klungkung, Bali.

Implementasi TOSS ini mampu mengolah sampah di desa desa diolah menjadi pelet berkalori 3300-4500 kcal/kg. Hasil pelet tersebut kemudian dikonversi menjadi syintesa gas yang mampu menjadi bahan bakar pada mesin diesel. Selain itu, dengan kalori yang sama dengan batu bara, maka pelet bisa menjadi energi alternatif untuk cofiring 1-5% batu bara di PLTU. Keunggulan dari metoda ini adalah karena membuat pembangkit skala kecil tersebar, dapat diimplementasikan kurang dari 3 bulan, dan mampu melibatkan masyarakat sebagai supplier energi berbahan bakar pelet sampah. Melalui keberhasilan tersebut, maka TOSS siap melistriki desa desa di Kabupaten Klungkung, dapat di implementasikan di kabupaten sekitar, serta mampu berkontribusi pada program 35.000 MW. Selain itu permasalahan sampah dapat teratasi bahkan mampu menjadi berkah.

Menurut Supriadi, jika 70.000 desa di Indonesia mengimplementasikan TOSS dan membuat pembangkit skala mini 500 kilowatt per desa secara serentak, maka dalam 1 tahun program 35.000 MW dapat segera tuntas. Selanjutnya, Jika 10 persen dari total desa yaitu 7000 desa mengimplementasikan program ini, maka sudah cukup untuk berkontribusi secara realistis bagi program pemerintah.

.

.

Listrik Indonesia