HARI AIR SEDUNIA 2018

STT-PLN bersama Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) berkesempatan mengikuti serangkaian acara peringatan Hari Air Sedunia 2018 yang diselenggarakan oleh PAM JAYA bersama dua operator pelayanan air bersih di Jakarta, PALYJA dan AETRA, serta Transjakarta pada tanggal 25 Maret dan GCB beserta Kementian PU dan golongan masyarskat lain pada tanggal 29 Maret 2018.

Acara pertama diselenggarakan di Hotel Sari Pasific, Jakarta Pusat pada tanggal 25 Maret 2018. Acara dengan tema “Run For Water” tersebut bertepatan dengan Car Free Day yang rutin diselenggarakan setiap hari minggu di Jalan Sudirman sampai Jalan M.H Thamrin. Dalam acara tersebut diselenggarakan Fun Run yang diikuti oleh 225 Pelari dari berbagai elemen Masyarakat. STT-PLN berkesempatan mempresentasikan hasil dari Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS), yaitu bricket sampah yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak. STT-PLN membuktikan hal tersebut Dengan cara memasak telor dan Masyarakat menyaksikan bahwa sampah yang biasanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat diolah lagi menjadi energi yang berguna.

Acara kedua berlangsung di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Acara tersebut mengambil tema “Aksi Bersih Sungai”. Sebelum acara di Panggung dimulai, ada kegiatan penyisiran sungai Ciliwung oleh para peserta untuk membersihkan sampah yang ada menggunakan perahu karet. STT-PLN kembali lagi berkesempatan untuk mempresentasikan hasil karyanya dihadapan Masyarakat yang hadir, termasuk Bpk. Nasrudin Abu Bakar Kepala Kecamatan Jatinegara, Bpk. Setiawan Kepala Kelurahan Kampung Melayu, Bpk. Wursito Adi Baskoro Wakil Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Antusias Warga yang hadir cukup besar dalam menyaksikan peragaan memasak menggunakan kompor yang ditenagai oleh bricket sampah terbukti dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan.

Dengan adanya Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS), warga disekitar bantaran sungai tidak perlu lagi untuk membuang sampah ke sungai yang tentunya dapat mengotori dan menyebabkan banjir. Sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari, mengingat bricket sampah ini tidak hanya dapat digunakan sebagai bahan bakar kompor untuk memasak, tetapi juga dapat digunakan sebagai pembangkit generator listrik. Mengingat pula bahwa TOSS ini dapat mengolah sampah minimal 3 ton perhari, tentunya ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi sampah yang saat ini menjadi masalah kita bersama ungkap Bpk. Indra Purwadi Project Manager Bidang Pengelolaan Limbah Padat STT-PLN saat penyampaian sosialisasi TOSS STT-PLN.